Tuesday, November 8, 2011

Bitterballen


Dear all,

Ceritanya, suatu ketika, saya cek isi freezer. Eh ada daging sapi cincang...diapain ya? nah waktu itu saya juga lagi kepengen nyoba bikin kue-kue Londo. Begitulah akhirnya saya googling...dan menemukan resep ini. Saya coba dan hasilnya lumayan...bisa jadi cemilan sore.

Bahan :
- 200 gr daging sapi cincang
- 125 gr tepung terigu
- 350 ml susu cair
- 2 siung bawang putih, diiris halus
- 1/2 butir bawang bombay, diiris halus
- 1/4 sdt pala bubuk
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt gula pasir
- 1/2 sdt merica bubuk
- 50 gr keju parut
- 3 sdm mentega
- 2 butir telur, kocok
- tepung roti secukupnya
- minyak goreng secukupnya

Cara :
1. Tumis bawang putih dan bawang bombay, dengan mentega sampai harum.
2. Masukkan terigu dan susu cair, aduk terus sampai rata (tidak menggumpal).
3. Masukkan pala bubuk, gula, garam dan merica. Aduk rata
4. Masukkan daging sapi cincang, aduk dan biarkan sampai matang.
5. masukkan keju parut, aduk sampai melelrh. 
6. Angkat dan sisihkan.
7. Bentuk adonan menjadi bola-bola (dengan menggunakan dua sendok). Celupkan ke dalam kocokan telur dan gulingkan di tepung roti (sambil ditekan-tekan, agar tepung roti menempel). Lalu goreng sampai bewarna kuning kecoklatan.
8. Tiriskan dan siap untuk disajikan.

Bitterballen ini terasa lebih lezat jika dinikmati selagi masih hangat dan dicocol dengan saus ABC....alhamdulillah, het is echt lekker!

Selamat mencoba...^_^

Kue Ku alias Kue Thok






Dear all,

Cara membuat kue ini sangatlah sederhana dan resiko gagal-nya sangat kecil. Kue ini adalah salah satu kue favorit suami saya...hehe. So, bagi para istri yang suaminya suka kue ini, cobain bikin deh...insya Allah ntar si suami tambah cintaaa...^_^

Bahan untuk Isi :
- 80 gr kacang hijau tanpa kulit, rendam kurang lebih 1 jam
- 40 gr gula pasir (bisa ditambah/dikurangi, sesuai selera)
- 80 ml santan
- 1/4 sdt garam
- 1/2 sdt vanili bubuk (saya ga punya ini, tapi saya punya vanila suiker. So, saya kasih 1 bks vanila suiker...paling tidak agar ada aroma vanilinya gitu :))

Bahan untuk Kulit :
- 150 gr tepung ketan putih (sesekali, silakan divariasi dengan diganti tepung ketan hitam dan tidak perlu diberi pewarna)
- 50 gr gula kastor
- 1/2 sdt pewarna
- 1/2 sdt garam
- 125 ml santan
- Daun pisang untuk alasnya saat mengukus
- minyak goreng untuk mengoles cetakan

Cara :
membuat Isi :
- Kukus kacang hijau kurang lebih 30 menit
- Campurkan kacang hijau yang telah dikukus, gula, santan, garam dan vanili bubuk. Masak (sambil diaduk rata) hingga santan habis.
- Angkat dan Dinginkan

membuat Kulit :
- Aduk tepung ketan, gula halus dan garam.
- Masukkan santan dan pewarna, uleni sampai tercampur rata.
-  Ambil adonan kulit secukupnya, kemudian cetak dalam cetakan yang sudah diolesi minyak. jangan lupa isi di dalamnya sengan adonan isi secukupnya juga.
- Kukus kue yang sudah dicetak, selama kurang lebih 10-15 menit.
- Angkat dari kukusan dan dinginkan (agar kulit luar kue ini tdk terlalu mengeras saat dingin, maka olesi bagian luarnya dengan minyak)
- Siap dihidangkan

Resep ini menghasilkan kurang lebih 15 buah.

Mudah kan? Selamat mencoba ya...

Saturday, October 22, 2011

Kue Wingko

Alhamdulillah, mulai sekarang bisa coba-coba resep yang pake oven, tanpa harus naik turun tangga lagi (soalnya oven-nya ada di dapur bersama lantai 1/ lantai 2 sedangkan saya tinggal di lantai 4). Ceritanya, saya baru dapet "warisan" oven mininya mbak Mieke...hehe. thanks mbak...

Nah, ini dia edisi "perdana"nya...KUE WINGKO


Kebetulan sore itu akan ada pengajian/tadarusan di rumah. Nah saya pingin bikin kue wingko sebagai salah satu suguhan. Langsung aja saya contek resepyang ada di sini, Sambil berharap semoga hasilnya secantik bikinan mbak Tami...ngareeep.com ^_^


Bismillah...

Bahan:
150 gram tepung ketan putih
200 gram kelapa parut kering 
1/8 sendok teh vanilli bubuk  (saya ga punya, so saya pake 1 bungkus vanili sugar)
1/4 sendok teh garam
200 gram gula pasir
1 butir telur (putih telur dimasukkan di adonan dan kuning telurnya buat olesan bagian atas)
150 gram santan kental


Cara membuat:
1. Campur tepung ketan putih, kelapa parut kasar dalam wadah
2. Kocok putih telur bersama gula dan vanili kemudian masukan tepung ketan dan parutan kelapa 
3. Terakhir, masukan santan aduk rata 
4. Siapkan loyang yg sudah dialasi kertas roti kemudian panggang adonan wingko panggang 150 ° selama 15 menit kemudian diolesi kuning telur masukan kembali ke oven sampa wingko mateng dan kekuningan (kurang lebih 15-20 menit) 
5. Angkat, dinginkan lalu dipotong-potong
 
Voila! Meski hasilnya belum cantik, tapi rasanya sudah OK. Itu menurut pengakuan yang sudah mencicipi loh...hehe . Silakan mencoba ya...^__^

Friday, June 10, 2011

Onde-onde Ceria


Ada yang bilang kue ini (seperti foto di atas) namanya onde-onde merdeka. Ada yang bilang onde-onde ketawa. Ada yang bilang onde-onde kering, dan sebagainya. Hmm...saya kasih nama sendiri ya...Onde-Onde Ceria...soalnya, setelah makan kue ini...jadi ceria, insya Allah ^__^.

Bikin kue Onde-Onde Ceria yuuuk....

Bahan-bahan:
- 100 ml air
- 150 gr air
- 300 gr tepung terigu
- 1 butir telur
- 2 sdm minyak goreng
- 1/2 sdt baking powder
- 1/4 sdt soda kue
- wijen secukupnya

Cara :
1. Didihkan air dan gula, lalu dinginkan.
2. Kocok telur bersama dengan baking powder, soda kue dan minyak. Kocok selama kurang lebih 3 menit.
3. Masukkan tepung (sambil diayak) ke dalam kocokan telur. Aduk rata.
4. Tambahkan air gula (sambil disaring) ke dalam adonan. Aduk sampai rata.
5. Bentuk bola-bola kecil, beri sedikit air lalu gulingkan ke dalam wijen.
6. Goreng sampai bewarna kuning keemasan (dan kita pun akan dibuat tersenyum oleh si onde-onde yang mulai tertawa dalam lautan mnyak di penggorengan...^__^)
7. Tiriskan dan siap dihidangkan (jika ingin disimpan, masukkan dalam wadah yang tertutup ya, agar tidak menjadi keras).

Selamat mencoba!

Puding roti tabur kismis






hmm...punya roti tawar di kulkas, diapain ya biar lebih yummy?...Kita bikin puding roti yuuuk...^_^

Bahan:
- 8 lbr roti tawar, potong kecil-kecil
- 75 gr gula pasir
- 600 ml susu cair
- 3 btr telur
- kismis (untuk taburan)
- vanili
- 3 sdm mentega, dicairkan

Cara:
1. Rendam roti (yang sudah dipotong-potong) di dalam 400 ml susu.
2. Campurkan sisa susu, gula, vanili dan telur. Kocok dengan menggunakan alat pengocok manual, sampai gula larut.
3. Campurkan adonan tersebut, rendaman roti dan mentega cair. Aduk rata.
4. Olesi pinggan tahan panas dengan mentega dan taburi tepung.
5. Tuang adonan ke dalam pinggan dan taburi dengan kismis.
6. Panggang dalam oven bersuhu 180 derajat C selama 30-40  menit.
7. Siap disajikan.

Selamat mencoba!

Brownies

Bongkar-bongkar catatan resep saya, eh...nemu resep brownies yang simple ini.

Ceritanya waktu itu, saya pingin bikin surprise buat suami tercinta di hari ulang tahunnya. Buat saya, yang terpenting bukan merayakan ulang tahunnya...tetapi bisa menyenangkan orang lain dengan cara yang sederhana, itu maknanya. Voila!...jadilah sebuah blackforest yang super simple ini. bahan-bahannya sederhana dan membuatnya pun cepet.



Bahan-bahannya:
- 3 butir telur
- 150 gr gula pasir
- 100 gr tepung terigu
- 40 gr coklat bubuk
- 160 gr margarine (atau kombinasi margarine dan minyak goreng)
- 100 gr Dark chocolate
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt SP
- 1/2 sdt baking powder

Caranya:
1. Campur margarine dan coklat. Lalu tim hingga cair dan tercampur rata.
2. Campur tepung (yang sudah diayak), coklat bubuk, dan baking powder.
3. Kocok telur, SP dan gula sampai mengembang (Idealnya sih..mengocoknya dengan mixer. tetapi, karena saya tidak punya mixer, saya hanya pakai alat pengocok manual.)
4. masukkan campuran tepung ke dalam kocokan telur, lalu aduk rata.
5. Tambahkan garam dan coklat yang sudah dilelehkan. Aduk rata
6. Tuang adonan ke dalam loyang/pinggan tahan panas berukuran 10x30 yang sudah disiapkan (sudah dialasi kertas roti dan dioles margarin, juga ditabur tepung...agar tidak lengket).
7. Bisa ditambahkan aneka taburan, kacang almond, kismis, atau keju, jika suka.
8. Panggang dalam oven dengan suhu 160-170 derajat C, selama kurang lebih 25-35 menit.
9. Brownies siap dinikmati

Hmm...mudah kan? Pesen saya, membuatnya harus dengan senyum dan hati yang riang gembira, agar kuenya "jadi"... dan tentu sebelum makan, baca basmalah ya...^_^

Selamat mencoba

Monday, June 6, 2011

Manfaat kapur sirih

Sobat, siapa yang suka masakan khas Indonesia..seperti kare ayam, soto, opor? hmm...lekker. Saya sendiri termasuk penggemarnya..hehe. Tapi, jika masakan itu menodai baju atau taplak meja kesayangan...pasti sebel deh.

Saya mau berbagi nih...Beberapa waktu yang lalu, baju suami saya terkena noda soto. Wah sayang sekali...padahal bajunya berwarna putih. Pingin dicuci pake pemutih? hmm...di sini kayaknya ga ada yang jual *ayclin. Lalu saya teringat pengalaman serupa ketika di Indo dulu, kalau ga salah ibu saya menyarankan dicuci pakai kapur sirih (kapur yang biasa dipakai emak-emak "nyirih" atau yang dijadikan bahan tambahan untuk bikin klepon/onde-onde). Okee...saya mulai ngintip di rak dapur. Alhamdulillah...masih ada persediaan kapurnya.

Saya ambil baju yang ternoda masakan berbumbu "kunyit/kunir", saya basahi bagian nodanya. Lalu ambil bubuk kapurnya (secukupnya), kucek-kucek. Warna kuningnya pun mulai memudar. Untuk hasil yang lebih optimal, saya merendam bagian yang ternoda dengan larutan kapur (air+kapur sirih). Setelah itu bilas dan cuci dengan sabun. Insya Allah...noda kunyit-nya akan hilang.

Pepes Tahu

Bahan :
Tahu putih (dihancurkan)
Telur
Jamur atau Wortel yang dipotong kotak-kotak kecil (optional, bisa ditambahkan jika suka)
Daun pisang untuk membungkus

Bumbu yang dihaluskan:
Cabe merah
Bawang putih
Terasi
Merica
Gula
Garam

Cara:
1. Hancurkan tahu (saya menghancurkan dengan menggunakan uleg-uleg...lebih cepat :-))
2. Haluskan bumbu
3. Campurkan tahu, bumbu dan telur (tambahkan juga sayurannya, jamur/wortel). Aduk hingga rata.
4. Cicipi rasanya. Jika dirasa sudah pas, mulai dibungkus.
5. Ambil 2-3 sdm adonan tahu dan letakkan di atas daun pisang (yang sudah dibersihkan ya..). Kemudian bungkus dan semat dengan lidi (saya pakai tusuk gigi).
6. Kukus sekitar 15-30 menit.
7. Siap dihidangkan

Alhamdulillah...akhirnya bikin pepes tahu yang dibungkus daun, dulu bikinnya dibungkus plastik...hehe. Aromanya lebih harum dan lebih "aman" jg tentunya.

Selamat mencoba...